Wednesday, July 14, 2010

Sya'ban kali ini..

Alhamdulillah...Allah masih panjangkan lagi nafas-nafas saya sehingga ke saat ini..dan saya amat berharap agar masih lagi diberi peluang untuk bertemu dengan ramadhan sekali lagi..

Ahlan wasahlan ya sya'ban..

InsyaAllah..hadirnya sya'ban bukan hanya sekadar berharap agar dipertemukan dengan ramdhan sahaja tetapi peluang bersama sya'ban seharusnya di jadikan  medan latihan  sebagai persiapan untuk bertemu dengan ramadhan yang mulia nanti..InsyaAllah..
"Allahuma barikli fi rajab wa sya'ban wabalighni fi ramadhan..ammen"

Bulan Sya’ban secara urutan bulan hijriah jatuh sebelum bulan Ramadhan. Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah ra. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban? Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan melebihi bulan Sya’ban di dalamnya Rasulullah saw. berpuasa. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi saw. berpuasa mayoritas hari-hari bulan Sya’ban. Mengapa?


Ada beberapa rahasia di antaranya:


Pertama, puasa adalah kebutuhan fitrah manusia. Karena itu Allah mewajibkan hamba-hamba-Nya berpuasa. Dalam surah Al Baqarah 183 Allah swt. menyebutkan bahwa puasa tidak hanya diwajibkan kepada umat manusia tertentu tetapi juga kepada umat manusia terdahulu. Ini menunjukkan bahwa puasa merupakan ibadah yang tidak bisa tidak harus dilakukan. Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa dengan puasa pencernaan seseorang akan istirahat dari rasa lelah yang sekian lama terus menerus digunakan untuk mengolah makanan. Maka semakin sering seseorang berpuasa ia akan semakin sehat. Sebab kemungkinan timbulnya penyakit yang seringkali disebabkan oleh makanan akan tercegah secara otomatis ketika ia berpuasa.


Kedua, bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman. Jadi pengertian ayat: kutiba alaikumush shiyaam itu maksudnya untuk bulan Ramadhan. Karena itu dalam sebuah hadits Nabi menegaskan bahwa di bulan Ramadhan diwajibkan atas orang-orang beriman berpuasa. Adalah suatu persiapan yang sangat strategis ketika Rasulullah selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah turnamen, bulan Ramadhan adalah ajang perlombaan beramal saleh, cerminan ayat: “fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)” Al Baqarah:148. Karena itu sebelum masuk Ramadhan hendaklah melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Kita semua tahu bahwa para peserta turnamen pasti melakukan persiapan sebulan dua bulan sebelumnya. Itulah rahasia mengapa Rasulullah saw. memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Agar tidak loyo selama bulan Ramadhan. Agar lebih maksimal melaksanakan ibadah-ibadah Ramadhan yang semuanya saling melengkapi untuk mengantarkan kepada ketakwaan.


Ketiga, ibadah puasa adalah ibadah menahan nafsu. Suatu perjuangan yang senantiasa harus dilakukan oleh orang-orang beriman. Dalam surah An Nazi’at:40 Allah swt. menjelaskan bahwa jalan ke surga adalah dengan upaya terus-menerus membangun rasa takut kepada Allah dan menahan nafsu. Mengapa? Sebab Setan berkerja terus menerus, siang dan malam untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa-dosa. Kerja keras setan ini tidak bisa tidak menuntut kita untuk bekerja keras juga guna mengimbanginya. Orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, tentu akan selalu waspada dari godaan setan. Caranya dengan banyak berpuasa. Semakin sering berpuasa, semakin sempit jalan-jalan setan untuk menggoda. Sebab dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa setan seringkali masuk melalui makanan. Maka semakin banyak makan, semakin mudah digoda setan. Karenanya orang yang kekenyangan akan selalu malas beribadah.


Keempat, Rasulullah saw. adalah contoh pribadi berakhlak mulia. Allah berfirman: “Wainnaka la’alaa khuluqin adhiim (Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar mempunyai akhlaq yang agung)” Al Qalam:4. Maka setiap yang dicontohkan Rasulullah saw. pasti baik untuk kemanusiaan di dunia maupun di akhirat. Tidak ada perbuatan yang dilakukan Rasulullah saw. kecuali membawa manfaat bagi kehiduapan manusia jika diikuti. Dan bila kita teliti secara seksama, menejemen modern yang mengantarkan munculnya negara-negara maju dan perusahaan-perusahaan bisnis kelas dunia, di dalamnya akan kita temukan nilai-nilai universal yang pada dasarnya itu adalah bagian dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah saw. Maka dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, itu sungguh sangat baik dan bermanfaat, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat.


Kelima, adapun mengenai amalan di pertengahan bulan Sya’ban (nisfu Sya’ban), sekalipun ada sebagian hadits yang dianggap hasan oleh para ulama hadits, tetapi terpenting sebenarnya adalah memperbanyak puasa selama bulan Sya’ban, bukan mengkhususkannya pada pertengahan saja.


Imam An Nasa’i meriwayatkan sebuah hadits dari Usamah bin Zaid tentang rahasia memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, Nabi bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang, karena itu terjepit antara Rajab dan Ramadhan. Padahal ia adalah bulan di angkatnya amal manusia, maka aku suka ketika amalku diangkat aku sedang berpuasa.” Wallahu a’lam bish shawab.

dipetik dari dakwatuna.com

"Mampukah diriku memanfaatkan setiap saat dalam bulan sya'ban?"

Tuesday, June 29, 2010

Berlatih!! berlatih!!

Saya terkebil-kebil melihat Ebdorrahman Li yang berpusing-pusing dua tiga kali untuk mendapatkan barang dihadapannya. Sekali sekala dia menangis dan melihat kearah saya yang hanya memandangnya tanpa melakukan apa-apa. Saya tahu dia mengharapkan bantuan saya. Tidak cukup dengan itu, dia menangis sehingga termuncung-muncung mulutnya tetapi tangannya tidak pernah berhenti cuba mencapai balang berwarna merah dihadapannya.

Namun, saya tetap dengan pendirian saya..saya tidak akan menolongnya sehingga dia sendiri mencapai balang itu dengan tangannya..sebaliknya, beberapa minit kemudian naluri saya tidak tertahan apabila dia menangis sehingga air matanya mengalir..saya mengangkatnya. Mungkin dia penat kerana lama bertiarap.. tak pe, kejap lagi kita berlatih lagi ya… Yakin Boleh Ebdorrahman!!

Seorang Syeikh Tanthawi pernah berkata“Wahai anakku, manusia dalam hidup ini memerlukan riyadhah (latihan), sebagaimana fisikal itu harus dilatih, ruh itupun harus dilatih. Orang-orang yang biasa berlatih akan memiliki satu tingkat dari orang-orang yang tidak pernah berlatih”.

Sejujurnya begitulah. As a nurse wannabe,ia tidak akan mengubah apa-apa seandainya setiap skills yang dipelajari tidak dikuasai dengan baik..tentunya untuk menguasai dengan baik perlukan latihan dan pengalaman yang banyak.. Begitu juga sebagai seorang yang bergelar muslim, untuk mendidik diri menjadi insan yang lebih baik, sebetulnya perlu kepada pelatihan..dan pelatihan itu terkadang menyakitkan. Sungguh tidak semua mampu mengatasi kesakitan itu dan kerana itulah tidak semua mampu memiliki kedudukan istimewa di sisi Dia..

Ebdorrahman Li sewaktu dia gembira sedang berlatih.

“Mampukah diriku mengharungi cabaran-cabaran tatkala sedang berlatih??”

Sunday, June 27, 2010

Lukisan Hati

Lama sungguh tidak post sesuatu di sini.. (heehe..perasan sibuk ) . Jadi, saya ingin merakamkan satu nukilan perasaan yang pernah di persembahkan pada suatu malam kesenian Islam  di Teluk kalung, Kemaman..
Semoga ia mampu memberi manfaat bagi hati-hati yang mahu mengerti dan "mereka" yang pernah "merasainya.."..=)


"Assalamualaikum buat saudaraku yang disayangi dan dicintai…ketika ini  hanya perasaan dan hati yang mampu menghantarkan betapa gembiranya melihat antunna berada disini. Kerana, suatu masa dahulu…hati-hati ini pernah menempuhi saat sebagaimana antunna alami sekarang..sapaan cinta tarbiah pertama kali..
sungguh !! indah sungguh perasaan itu..


Kala itu, jiwa dan hati ini berperang meredam nafsu yang nan membuas akan nikmat dunia, membunuh kemahuan fana yang menggila, yang menjadikan hati-hati kami sakit dimamah penyakit hati lalu…ia merentap ketenangan, rasa kebahagiaan dihati.. yang mmebuatkan diri tersasar tidak tahu ke mana arah tuju, lupa tanggungjawab, lupa sbg khalifah , lupa sebagai hambaMU.…ya Allah…


tetapi, masih segar lagi rasa itu dihati…tatkala siramana salju pertama yang menyentuh nubari-nubari ini dengan santunan dari insan-insan yang tidak pernah jemu menebarkan cinta dan kasih MU…agar, hati-hati kami kembali mengenali Allah…pencipta kami..Kembali menunaikan janji cinta Kami padaMU..


ketika itu ya ALLAH…tiada lagi ungkapan kata-kata yang mampu menggambarkan betapa syukur padaMu ya Allah..kerana di antara makhlukMu..engkau telah memilih kami untuk berada di jalan Ini. Untuk menjadi junduMu..untuk sentiasa bergantung kepada mu..untuk berkasiuh kerana Mu…untuk berkorban hanya kerana mengharap pandangna Mu..untuk memberI kerana mengharap cintaMu…segala-galanya hanya untukMu…hanya untukMu ya..Allah..


Sungguh ya Allah..inilah nikmat yang terbesar yang Engkau anugerahkan kami…
Ya Allah..sesungguhnya jalan ini juga tidak pernah sunyi dari mehnahnya…kerap juga kami terasa penat,terasa lelah..terasa letih..terasa bosan ,Terasa jenuh, terasa payah..dan kerap kali juga airmata ini menghiasi sepanjang perjalanan ini…


Tetapi Ya Allah ..alangkah kecilnya itu jika dibandingkan nikmat SyurgaMu..kecilnya ia juga dibandingkan jajnji kasih dan cintaMu kepada kami..lemahnya iman kami Ya Allah untuk membuktikan cinta kami padaMU…


Ya..Saat ini..hati-hati ini berjanji..hati-hati ini mahu snetiada tsabat untuk berada dijalanMU..tetap teguh meneggengam nafas agama ini, tetap melangkah walau harus bertatih sekalipun, walau dalam merangkak sekalipun...kerana satu sahaja ya Allah..kerana benih cinta yang telah ditanam di nubari kami padaMu suatu ketika dahulu..sebelum kami berada di sini lagi..sebelum kami bergelar diri kami hari ini…


Lalu ya Allah, hati-hati ini memohon kepadaMu..
kuatkanlah tekad kami, bantulah kami, pimpin dan didiklah kami dengan cinta dan kasihMu yang tidak pernah kering…agar akhirnya ya ALLAH


Biarlah amal kami yang sedikit ini menghantar kami menjadi antara golongan yang mendapat naungan MU di akhirat nanti..ameen ya ALLAH..